Biografi Chairil Anwar (1922-1949)

(Sumber: wikipedia.org)
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922. Dari pasangan Toeloes dan Saleha. Ia dibesarkan dalam keluarga yang kurang harmonis hingga akhirnya bercerai.Jabatan terakhir ayah Chairil Anwar adalah Bupati di Kabupaten Inderagiri, Riau. Sebenarnya sebagai anak tunggal Chairil Anwar sangat dimanja kedua orang tuanya. Namun sikapnya yang keras, membuatnya lebih mengikuti segala pendiriannya.

Chairil Anwar pernah bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sebuah sekolah dasar untuk pribumi pada masa penjajahan Belanda. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Pada Usia 19 tahun setelah perceraian orang tuanya Chairil Anwar ikut dengan ibunya dan tinggal di Jakarta. Namun demikian ayahnya
yang sudah menikah lagi masih menafkahi Chairil Anwar beserta ibunya. Semenjak Chairil Anwar tinggal di Jakarta ia mulai menggeluti sastra, yang ini sebenarnya adalah sebuah keputusan Chairil Anwar ssemenjak umur 15 tahun, ia ingin menjadi seorang seniman.

Puisi-puisinya ini lebih banyak bertemakan kematian dan eksistensialisme. Seperti benar apa yang dikatakan kritikus sastra Indonesia asal Belanda, A. Teeuw, ia menyebutkan bahwa "Chairil Anwar  telah menyadari akan mati muda, lihat tema menyerah yang terdapat dalam puisi berjudul "Jang Terampas Dan Jang Putus". Chairil Anwar yang di juluki "Si Binatang Jalang" karena puisinya yang sangat terkenal yang berjudul "Aku" meninggal pada usia yang muda . Namun karya beliau layak untuk hidup seribu tahun lagi seperti dalam bait puisinya. Sebelum meninggal  Chairil Anwar diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Dan dinobatkan sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia oleh H.B. Jassin. 

Komentar